Cara Memandikan Jenazah Yang Baik dan Benar

Cara Memandikan Jenazah Yang Baik dan Benar
 Assalamualaikum wr. wb

Terkadang banyak juga diantara kita yang tidak mengetahui bagaimana cara memandikan jenazah. Maka dari itu saya mencoba menulis artikel mengenai tata cara memandikan jenazah dengan baik dan benar. Memandikan jenazah itu hukumnya fardhu kifayah, disini saya jelaskan bahwa fardhu kifayah ialah suatu kewajiban  bila yang lain telah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

Memang kelihatannya memandikan jenazah itu hal yang sepele, namun jika dipelajari lagi lebih mendalam maka akan banyak memberikan manfaat yang besar bagi kita dan juga bagi orang lain. Tata cara memandikan jenazah dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu jenazah laki-laki dan jenazah perempuan. Untuk lebih jelasnya baiklah akan saya jelaskan secara rinci sebagai berikut : 

#  PERSIAPAN  #

Sebelum kita akan memandikan jenazah ada hal-hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dinataranya tempat air, gayung, sarung tangan, pelindung tubuh, sabun, masker, shampo, handuk, kain, waslap dan kapur barus. Namun jika kita ingin lebih mudah dan praktis lagi dapat juga menggunakan air dari kran dengan menggunakan selang. 

#  TATA CARA MEMANDIKAN JENAZAH  #

Setelah semua persiapan telah tersedia, selanjutnya kita akan memandikan jenazah. Adapun tata cara memandikan jenazah ialah : 

1.  Orang-orang yang ikut memandikan jenazah haruslah memakai alat-alat yang telah dipersiapkan.

2.  Jika jenazah yang akan dimandikan adalah laki-laki, maka yang memandikannya adalah laki-laki dan istrinya. Begitu juga sebaliknya jika jenazah yang akan dimandikan perempuan maka yang memandikannya adalah perempuan beserta suaminya. 

3.  Letakkanlah jenazah tersebut di dipan atau meja, usahakan posisi kepala lebih tinggi dari kaki.

4. Tempat untuk memandikan jenazah haruslah tertutup agar aurat si jenazah tidak kelihatan. Bisa juga dengan menggunakan dinding atau kain sebagai penutup.

5.  Menutup aurat jenazah dengan kain, untuk jenazah yang berjenis kelamin laki-laki menutup aurat dari pusar hingga lutut. Sedangkan untuk jenazah wanita menutup aurat dari dada sampai lutut. 

6. Bersihkanlah kotoran-kotoran yang masih tersisa pada jenazah dengan cara memiringkan tubuh jenazah kekiri dan kekanan dengan menggunakan sarung tangan atau kain perca, lalu disiram berkali-kali. 

7.  Siramlah dari anggota wudhu yang kanan dengan bilangan gasal atau lima kali atau lebih dengan menggunakan air dan daun bidara atau bisa juga dengan yang lainnya. 

8.  Bersihkan tubuh jenazah dengan menggunakan air dan posisi tubuh jenazah dimiringkan kekiri dan kekanan dan usahakan aurat jenazah selalu tertutup begitu juga aibnya. 

9.  Jagalah selalu aurat si jenazah agar tidak terlihat umum selama proses pemandian.

10. Selanjutnya rambut jenazah kita berikan shampo agar menjadi bersih. Jika jenazahnya wanita maka setelah bersih rambut jenazah tersebut disisir dan dikepang menjadi tiga kepangan.

11.  Pada siraman terakhir pergunakan air kapur barus dengan posisi jenazah dimiringkan kekanan dan kekiri agar air keluar dari mulut dan lubang-lubang yang lainnya.

12. Setelah jenazah dimandikan dengan benar-benar bersih maka tubuh jenazah dikeringkan dengan menggunakan handuk. Lalu kain penutup jenazah yang telah basah ganti dengan kain penutup yang kering.

13. Proses memandikan jenazah telah selesai maka dilanjutkan dengan mengkafani jenazah.

Selain tata cara diatas ada beberapa catatan yang sedikit berbeda untuk jenazah berikut :

*  Untuk jenazah yang berusia dibawah tujuh tahun tidak ada batasan aurat baik jenazah laki-laki maupun perempuan.

*  Janin yang masih berumur dibawah 4 bulan, tidak perlu dimandikan, dikafani dan dishalatkan. Untuk janin yang berusia dibawah 4 bulan cukup menggali lubang kuburan kemudian dikebumikan. Akan tetapi jika janin sudah berusia diatas 4 bulan, maka telah dianggap manusia karena roh telah dtiupkan kepadanya. Maka jenazah dimandikan seperti memandikan jenazah anak yang berumur dibawah 7 tahun. 

*  Jika ada jenazah yang menggunakan gigi palsu yang terbuat dari emas sebaiknya dibiarkan saja tak perlu dilepas. Boleh juga dilepas jika gigi tersebut tidak melekat kuat. Hal ini bisa dilakukan jika mulut jenazah tersebut terbuka namun jika tidak terbuka, janganlah bersusah payah membukanya hanya untuk melepas gigi palsu tersebut. 

Kiranya cukup demikian saja saya menuliskan artikel ini, yang tujuannya semoga bisa memberi manfaat untuk semua. Dan semoga saya dan sobat blogger semua dapat mengaplikasikannya. Wassalamualaikum wr. wb.

Sumber referensi : www.islamnyamuslim.com, kisahmuslim.blogspot.com



Postingan terkait:

10 Tanggapan untuk "Cara Memandikan Jenazah Yang Baik dan Benar"

  1. Artikelnya bermanfaat banget karena memang hal-hal fikih begini kadang jarang diperhatikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena skrang sepertinya orang2 lebih suka membahas maslah gadget mbak Rany

      Delete
  2. Sangat bermanfaat mas, jarang orang jaman sekarang memperhatikan hal ini. Jadi terbayang kelak ketika saya menemui maut...Semoga Allah memelihara keimanan kita bersama...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin .. terimakasih telah berkunjung Mas

      Delete
  3. saya jadi lebih tau lagi cara memandikan jenazah ini. terima kasih ya... :)

    ReplyDelete
  4. Terima kasih ilmunya, hal seoeeti ini memang perlu dan penting diajarkan

    ReplyDelete
  5. Blognya informatif sekali. Terima kasih :)

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung di Blog Bunda Mala.... Komentar tidak dimoderasi... Mohon tidak memasukkan link hidup ...